Menguak Atau Mengembek?

“Masuk kandang lembu menguak, masuk kandang kambing mengembek”. Rasanya semua kita faham maksud peribahasa tersebut. Persoalannya (cewah…macam karangan Darjah 6 le pulak) sesuaikah peribahasa tersebut diamalkan dalam kehidupan kita sebagai seorang muslim?

Dalam bab berpakaian misalnya, bila balik kampung, kita berbaju sopan, tutup aurat. Alhamdulillah. Tapi bila keluar dari kampung, kita berpakaian seperti ramai orang lain berpakaian walaupun tidak menepati piawaian yang ditetapkan dalam Islam. Kita tidak lagi menguak, tapi mengembek sebab ramai orang mengembek. Dan kita rasa mengembek tidak salah atau mengembek lebih sesuai dengan keadaan kita. Alasannya susah le, panas le, tak sesuai le dan macam-macam lagi alasan tanpa sedikit pun rasa bersalah. Jadi, yang ketat, yang singkat dan yang jarang “no hal” bagi kita. Nauzubillah…

Jagalah hukum hakam, jangan terikut-ikut orang lain. Jadilah diri kita sendiri walaupun dimana kita berada. Sepatutnya kita jadi seperti ikan, walau berada dilautan masin, ikan tetap tawar. Yang halal dengan yang haram itu amat jelas. Jangan dikaburkan dengan nafsu dalam diri kita.

Saya selalu mengingatkan anak-anak murid saya, bila kita berpakaian, sedangkan orang nampak mana-mana anggota badan kita sebesar dahan langsat ke, sebesar dahan rambutan ke, cup A ke, cup B ke, memang jelas lagi bersuluh, pakaian kita tidak menepati piawaian yang digariskan dalam Islam. Dan saya tanya mereka: “Kebalkah anggota kita di akhirat nanti?” ( Ingatan untuk diri sendiri)

Maaf, rasanya sudah terkasar bahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: